TPKI dan Aku
Berbicara tentang mata kuliah Teknik Penulisan Karya Ilmiah atau yang biasa disebut dengan TPKI, menurutku bukan hanya aku yang meng-underestimates matkul itu. Buatku, begitu pertama kali mendengar matkul itu,” oo ez pz “ , “aman lahh” , “11 12 sama matkul Bahasa Indonesia”. Dan ternyata kenyataannya?? JEDERR!!💢😱 (pengen buat emot salto salto tapi tidak nemu)
Pertemuan pertama matkul TPKI, langsung disuguhi dengan fakta-fakta saat menyusun Tugas Akhir (TA). Honestly, saat itu juga, TPKI langsung terdoktrin di pikiranku sebagai matkul “horor” karena aku yang dari awal juga sudah overthingking akan TA, ditambah dengan fakta-fakta yang memperkuat kalau TA emang se horor itu. Hingga saat ini aku masih ingat kalimat dari Ibu Siska yang mengatakan demikian : “ Ibu bukan menakut-nakuti kalian, tapi emang begini kebenarannya” 😳 (ekpresi yang mewakili perasaanku saat itu)
Tidak berhenti disitu, pertemuan pertama juga langsung diberitahukan bahwa matkul ini akan ada kuis setiap pertemuan dan harus membuat blog pribadi juga setiap pertemuan. Saat itu hanya bisa fake smile. Ditambah lagi pembagian kelompok untuk membuat penelitian (TA kecil-kecilan, yang sebenarnya merupakan inti beban selama di semester 4 hehehe). Aku berada di kelompok 2 dengan topik “Kesehatan” dan anggota kelompokku saat itu ada Ani, Bibah, Izzat, dan Tama.
Jujur, saat itu aku benar-benar belum ada gambaran bagaimana penulisan TA karna memang sama sekali belum ada niat untuk setidaknya mencari atau membaca TA kating. Namun, itulah fungsi dari matkul ini, yaitu menggiring kita untuk memberi gambaran bagaimana saat penulisan TA nantinya.
Kerja Kelompok kami pertama kali via zoom, saat itu kami masih mencari topik apa yang bagus untuk dijadikan penelitian. Singkat cerita, ketemulah mengenai AKB pada fertilitas remaja di Papua. Namun, jalan kami tidak semulus aspal yang baru dihotmix. Beberapa data untuk melakukan penelitian itu sangat susah untuk ditemukan. Kemaren salah satu teman kami juga sudah konsul ke SILASTIK dan mengharuskan “membeli data” yang mana harganya juga bukan sembarang. Setelah itu, setelah berdiskusi dengan anggota kelompok lainnya, ditambah bertanya kepada Ibu Siska (sebagai dosen pengampu) maka kesimpulannya ialah kami memperluas cakupan penelitian kami, yaitu tidak berdasarkan fertilitas remaja.
Hari demi hari, minggu demi minggu, hingga pada akhirnya kami kerja kelompok secara tatap muka di Kopi Kenangan untuk menyelesaikan laporan kami hingga BAB V. Saat itu juga, kami masih saja menemukan masalah. Ya, setelah kami lakukan pengolahan data, terjadi pelanggaran asumsi normalitas pada data kami. Namun, kami juga tidak bisa menggunakan data dengan transformasi ln karena data kami banyak yang bernilai 0. Tanpa berpikir panjang dan bertanya ke Ibu mengenai alternatif, dan mengingat juga bahwa jadwal presentasi kelompok kurang dari seminggu, langsung kami gas menggunakan transformasi Log. Dan selesai hingga BAB V. Mulai malam itu, aku baru merasakan yang namanya tidur nyenyak karena tanpa mikirin TPKI lagi.
Tibalah hari dimana mental kami sekelompok diuji 🧟
Yap, saat pertemuan matkul TPKI, rekan kami bertanya untuk memastikan mengenai transformasi yang kami gunakan yaitu Log. Dan, taukah apa yang terjadi?
Yaa, kelompok kami disuruh untuk mengganti metode karena transformasi Log tidak bisa digunakan. Alternatif metode saat itu ialah Robust. Itu kali pertama kami sekelompok mendengar metode tersebut. Yang mana bisa disimpulkan kami sekelompok bener-bener tidak tau akan metode itu. Yang buat hampir kejang-kejang ialah 2 hari lagi udah harus presentasi. Dan kami harus mengulang laporan mulai dari BAB II😅. Benar-benar definisi simulasi TA.
Ditambah seminggu itu kami full sesi terus, pulang kuliah hampir selalu pukul 16.00. Saat itu juga, pulang sesi sore kami langsung bagi tugas untuk menyelesaikan laporan. Kami mencoba untuk mengerti regresi Robust tersebut walaupun secepat kilat, mencari- cari referensi TA kating yang menggunakan metode yang sama, mencari sintaks-sintaks yang digunakan untuk regresi tersebut dll. Sampai-sampai kami ga liat jam udah pukul berapa, alhasil diusir dari kelas, lanjut ke kantin. Di kantin pun cepat kali gelap, lampu ga ada. Akhirnya pindah ke Kopi Kenangan. Ehh di Kopi Kenangan pun penuh, alhasil duduk di teras ATM sebelah kampus.
Suasana udah malam, kami masih pakai PDA, sehingga demi keamanan kami memutuskan untuk melanjutkan di kos masing-masing. Besoknya di kampus juga masih lanjut ngerjain laporan sampai pulang kampus juga lanjut lagi kerja kelompok sampe malam. Tapi walaupun demikian, akhirnya selesai juga, dan kami sangat berharap esok langsung kelompok kami yang dipanggil untuk presentasi.
Dan ternyata benar, doa kami dikabulkan. Saat itu juga ga bisa mendeskripsikan bagaimana senangnya kami setelah melewati hujan badai angin topan.
Puji Tuhan, presentasi kelompok juga lancar dan untung juga kemarin teman kami bertanya akan metode Log yang kami gunakan, walaupun awalnya itu membawa bencana hehehe.
Last but not least, aku mau ucapin banyak terima kasih buat teman-teman kelompok kesehatan, walaupun kesehatan mental kita agak terganggu selama menulis laporan, but we did it guys !. Terimakasi buat semua canda, tawa, sedih, dan stress bersamanya. Terkhusus buat Ani, terimakasi sudah mau mengorbankan diri menjadi leader kelompok ini, terimakasi sudah mau meluangkan waktu untuk mengurus 4 domba yang sering tersesat ini.
Terimakasih banyak juga buat Ibu Siska, atas 14 pertemuan yang betul-betul berharga, termasuk juga sudah membiasakan kami untuk membuat blog, karena membuat blog tersebut benar- benar membantu dalam menganalisis data dan menentukan diksi dalam penulisan. Juga buat project kelompok, sehingga memberikan kami gambaran bagaimana wujud proses penulisan TA tersebut. Kalau boleh jujur Ibu, saya salah satu fans ibu hehehe🙏🏻
Karena saya sangat suka dengan cara ibu mengajar, pilihan kata dan kalimat yang ibu gunakan dalam mengajar rasanya enak banget dicerna pikiran saya Bu. Ditambah, terimakasi sudah mengenalkan kami dengan web SINTA Bu, jujur, pada saat itu juga saya melihat satu per satu jurnal-jurnal dosen-dosen STIS yang terindeks “scopus” dan tentunya SINTA score-nya, saya ikut kagum dan bangga Bu.
Terimakasi Ibu Siska, sehat selalu ibu🫶🏻🫶🏻
Comments
Post a Comment